Ulama Dan Tentangnya

Salah satu perbuatan yang mulia didunia adalah perbuatan saling mengingatkan tentang sebuah perihal kebaikan yang semestinya disampaikan,baik yang bermanfaat didunia maupun untuk kemanfaatan diakhirat kelaknya,terutama penyampaian yang saling menasehati dalam penyempurnaan iman serta pentingnya sebuah kesabaran,karena begitu beratnya melawan berbagai cobaan dalam menjauhi larangan maupun melaksanakan perintah agama.

Adapun mengenai perihal tentang penyampaian itu tentunya jadi kewajiban kita semua,namun tentunya jika kita berkemampuan untuk bisa menyampaikanya,yaitu harus dengan ilmunya,dan itu menjadi suatu keterbatasan kita dalam hal ini,maka itu begitu besarnya peran pengaruh ulama dalam perihal ini dalam menyampaikan ilmu agama,karena ulama sebagai pewaris nabi yang tentunya segala ilmunya sudah terkaji,dan disebut ulama karena juga ahli dalam mengkaji kajian ilmu agama dan cara penyampaianya.

Dengan melalui ulama tentunya mengenai yang  hak dan yang bathil bisa diterangkan dan dijabarkan,yang karena kiprahnya umat bisa terhindar dari sesat sehingga tertuntun hidupnya dalam menggapai kebahagiaan dunia akhirat.

Ulama ibarat sebagai perantara penerang lampu dalam gelap, tanpa'nya tentunya umat banyak bergelimang dosa dan maksiat,karena tiada bimbingan yang tertuntun darinanya ketika mengkaji sesuatu yang semestinya dalam menjalankan segala ikhtiar kehidupan.

Rasulullah Saw bersabda:
"Ulama itu sebagai lampu-lampu dibumi,pengganti para nabi,pewarisku dan pewaris nabi"
(HR.Ibnu Ady dari Ali)

Dilain hadist,Rasulullah Saw bersabda:
"Ulama itu pewaris-pewaris nabi,ahli langit(para malaikat)mencintai mereka dan ikan-ikan dilaut memintakan ampun untuk mereka bilamana mereka itu mati hingga hari kiamat"
(HR.Ibnu Najjar dari Anas).

Diriwayatkan dalam sebuah hadist,bahwa besok pada hari kiamat dipintu surga akan didatangkan empat golongan,mereka datang tanpa melalui perhitungan dan tanpa disiksa sama sekali,empat golongan tersebut adalah:
1.Ulama yang mengamalkan ilmunya.
2.Orang yang naik haji dengan ilmu tuntunan tata cara yang semesti sebenarnya,dengan menjalankan apa yang seharus semestinya.
3.Orang yang mati syahid dalam perjuangan untuk agama.
4.Para dermawan yang ikhlas lahir bathin ketika menggunakan hartanya untuk beramal.

Namun dari keempat golongan tersebut ingin saling mendahului untuk memasuki surga,sehingga Allah Swt mengutus malaikat jibril untuk menanyai diantaranya mengenai sebab ingin saling mendahuluinya.

Maka malaikat pun bertanya kepada diantaranya dengan sebuah pertanyaan sbb:

"Apakah yang telah kamu perbuat didunia ini sehingga ingin masuk surga yang pertama?saya telah terbunug dalam peperangan karena mencari keridhoan Allah Swt,jawab diantaranya.

"Dari siapakah kamu mendengar tentang pahala orang yang mati syahid?dari para ulama jawabnya.

Lalu malaikat Jibril'pun menjawab dan memberikan peringatan:
"Jagalah kesopanan,jangan kamu mendahului gurumu yang telah memberi pelajaran kepadamu".

Kemudian malaikat Jibril'pun bertanya kepada orang yang naik haji,dan pada sidermawan,sebagaimana ditanyakan kepada yang mati syahid mengenai balasan mengenainya.

Setelah mendengar ucapan malaikat Jibril,para ulama'pun menjawab dan menyikapi dengan penuh ta'zim dan berkata:
"Ya Allah,tiadalah aku dapat menghasilkan ilmu kecuali dengan kedermawanan para dermawan".

"Benar juga kata orang alim(ulama)itu,hai Ridwan,sekarang bukalah pintu surga dan persilahkan para dermawan masuk lebih dahulu kemudian barulah orang lain menyusulnya"Perintah Allah Swt.

Dari riwayat tersebut menggambarkan,ternyata sungguh betapa arifnya para ulama,sehingga wajib untuk dimuliakan.

Rasulullah Saw bersabda:
"Barangsiapa memuliakan orang alim,berarti dia benar-benar memliakan aku,maka Allah akan memuliakanya,sehingga tempatnya adalah surga".

Didalam hadist yang lain Rasulullah Saw juga bersabda:
"Muliakan ulama,maka sesungguhnya mereka itu disisi Allah adalah orang-orang yang mulia dan dihormati".

Betapa sangat berpengaruhnya ulama dalam kiprah menyampaikan suatu ilmu untuk kebaikan dunia akhirat,jadi tanggung jawabnya dalam apapun resiko dan cobaanya dalam menyampaikan amar ma'ruf nahi mungkar,sekiranya andai saja para ulama tergoda dunia akan tanggung jawabnya dalam menyampaikan ilmu agama,maka rusaklah umat dengan pengetahuan agamanya juga,sehingga akan jadi orang pertama untuk mempertanggungjawabkan tentang kerusakan umat mengenai pengetahuanya dalam agama.

Itulah betapa beratnya juga tanggung jawab seorang ulama dengan ilmunya,dan suatu kewajiban bagi kita untuk memuliakanya dengan berguru mempelajari apa yang diarah ajarkanya sebagai petunjuk dalam menjalankan hidup,dan ulama adalah diantara hamba Allah yang paling takut kepada'NYA.

Allah Swt berfirman:
"Sesungguhnya yang takut kepada Allah diantara hamba-hamba'NYA,hanyalah ulama,sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Pengampun"(Qs.Fathir:28)

Rasulullah Saw bersabda:
"Akan datang kepada umatku suatu masa dimana mereka lari menjauhi para ulama dan ahli fiqih,maka Allah menurunkan cobaan kepada mereka dengan tiga cobaan,yaitu:
1.Allah menghilangkan berkah dari pekerjaan merekan.
2.Allah menguasakan kepada mereka seorang penguasa yang zalim.
3.Mereka keluar dari dunia(mati)dalam keadaan tanpa iman.

Dan maka juga tunggulah saatnya,ketika akan ada azab dan cobaan datang silih berganti tanpa henti-henti,dan kaum yang menghargai ulama'lah yang dapat mengenyam dan menahanya,dan masih bisa merasakan kebahagiaan dan ketenangan lahir bahinya.

Semoga penyampaian singkat ini,jadi refrensi kajian mengenai pembahasan tentang ulama dan kiprah jasanya,yang jadi penambah pengetahuan tentangnya,dengan demikian semoga kita bisa menghargai para ulama karena memang jadi suatu keharusan yang jadi kewajiban.

No comments: