Kewajiban Berdakwah

Sebagian orang berpendapat bahwa berdakwah adalah tugas dan kewajiban para penceramah,yaitu seorang ulama/kyai/seorang ustad yang tau dan ahli mengenai tentang ilmu agama untuk disampaikanya,padahal berdakwah adalah suatu kewajiban setiap muslim baik itu lelaki maupun perempuan,tentunya yang telah baligh dan ber'akal,sebagai kewajiban bersama umat manusia terutama seorang muslim yang sudah tentu pastinya jadi suatu kewajiban untuk menyampaikanya.

Karena berdakwah adalah perbuatan yang terpuji dan mulia yang juga jadi akhlak baiknya manusia dalam kehidupanya.

Allah Swt berfirman:
"Kalian adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia,menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang mungkar dan beriman kepada Allah"
(QS.Ali Imron 110)

Berdakwah itu tidak hanya disampaikan lewat sebuah lisan/ucapan tentang perihal ilmu-ilmu tentang hukum-hukum dalam agama dsb'melainkan berdakwah bisa disampaikan melalui sesuatu yang jadi ahlinya ataupun pada profesi yang digelutinya.

BERDAKWAH MENURUT KEAHLIANYA
Misalkan seorang ulama/mubalig berdakwah dengan menyampaikan kajian ilmu dan hukum-hukum dalam agama dsb.

Seorang yang awam agama'pun sebenarnya bisa berdakwah dengan apa yang jadi keahlianya,semisal menjadi pekerja yang baik yaitu profesional dibidangnya dengan diniatkan menjalankan pekerjaan karena tanggung jawabnya serta dijalani dengan sebaik mungkin untuk bisa dijadikan contoh buat pekerja lainya juga jadi suatu dakwah lewat profesi yang dijalaninya,sebab bisa jadi contoh buat pekerja lainya untuk meniru bagaimana cara bertanggung jawab dalam pekerjaanya.

Seorang ibu rumah tangga juga bisa dikategorikan seorang pendakwah yang baik,jika diniatkan untuk ibadah dalam mengurus suami dan anaknya, dengan penuh kesabaran dan keikhlasan yang tiada pamrih dan jadi sosok suri tauladan yang baik ketika dalam proses membesarkan serta mendidik anak-anaknya.

Seorang pedagang yang baik dengan kejujuranya,sama saja juga berdakwah dengan profesinya jika diniatkan untuk ibadah dan diniatkan untuk berdakwah dalam menjalaninya.

Seorang pengusaha yang kaya juga bisa berdakwah dengan membagikan ilmunya bagaimana cara jadi pengusaha yang sukses,serta jadi ahli sedekah dengan hartanya untuk jadi contoh dermawan pada orang kaya lainya.

Seorang yang dicoba dalam kemiskinanya/kefakiranya juga bisa berdakwah dengan qona'ahnya/menerima apa yang sedang dijalaninya dengan berusaha untuk selalu mengubah nasibnya untuk agar menjadi yang lebih baik dalam hidup,tanpa meminta-minta juga jadi contoh baika bagi lainya,bahwa kemiskinan bukan alasan untuk sebab meminta-minta melainkan jadi penyemangat semangat untuk perubahan yang lebih baik dari kehidupan yang dijalaninya.

Seorang penulis yang baik,yang menyampaikan isi dari tulisanya penuh makna arti dalam penyampaian apa yang dituliskanya juga sama saja berdakwah lewat sebuah tulisanya,baik yang tertuang dalam sebuah buku,blog maupun media lainya.

Jadi berdakwah tidak harus dengan sebuah ilmu pembahasan kajian-kajian tentang hukum-hukum agama yang disampaikan dengan ucapan/lisan saja dalam sebuah pembelajaran dsb'melainkan berdakwah bisa disampaikan melalui pada apa yang jadi profesi yang dijalani maupun digelutinya.

Karena berdakwah adalah suatu kewajiban yang harus dan wajib untuk disampaikan,dengan demikian waktu kita,harta benda serta usia kita bernilai ibadah sesuai dengan apa yang diperintahkan dalam agama,karena segala sesuatunya akan dipertanggung jawabkan kelaknya.

Maka dari itu semoga segala waktu,harta benda yang ada pada kita maupun sisa usia kita semoga digunakan sesuai agama dengan demikian jadi dakwah sebagai pemenuh kewajiban yang harus dijalankan.

Dan dalam berdakwah apapun menurut keahlian kita tentunya kita juga harus saling mendukung pada siapapun yang dalam berdakwah masih dalam keterbatasan ketika menjalankan,semisal kita bisa berbagi dengan donasi semampu kita pada para penyampai kebaikan maupun suatu ilmu yang tertuliskan,apalagi yang berisi memotivasi,ajakan kebaikan lainya dsb,dengan demikian hati kita tergugah dan semangat untuk menjalankan sesuatu yang jadi keahlian kita dsb,dan juga bisa berbagi waktu maupun tenaga pada suatu kegiatan dalam suatu keadaan pada sekitar kita dsb,semisal kegiatan yang bermanfaat bagi umat lainya dsb.

MENYAMPAIKAN DAKWAH DENGAN SEBAIK MUNGKIN
Apapun profesi serta keahlian kita yang jadi suatu kewajiban untuk bisa mendakwahkanya,tentunya sampaikanlah perihal tersebut dengan sebaik mungkin tentunya tanpa suatu kekerasan maupun singgungan-singgungan yang dapat memecah belah persatuan yang mengusik kedamaian dalam kehidupan,karena Allah Swt berfirman:
"Serulah manusia kejalan Tuhan'mu,dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah merekan dengan cara yang baik,sesungguhnya Tuhan'mu Dialah yang lebih mengetahui siapa yang tersesat dari jalan'NYA dan Dia'lah yang lebih dapat mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk"
(Qs.An-Nahl 125)

Jadi kewajiban kita hanyalah menyampaikan dengan cara yang sebaik mungkin,selanjutnya dijalankan tidaknya itu menjadi urusan pribadinya,jika memang yang disampaikan ada niat baik tentunya jadi awal jalan yang baik juga,karena hidayah petunjuk diraih juga dengan harus diikhtiarkan atau diniatkan/kembali pada keniatan ingin memperolehnya dengan usaha ikhtiarnya masing-masing yang selanjutnya jadi urusan Yang Kuasa untuk membukakan tidaknya pintu hidayah untuknya(adapun mengenai tentang hidayah bisa dibaca dan dikaji pada postingan tentang Hidayah).

Semoga saja setidaknya kita juga harus berusaha banyak berdoa agar bisa menyampaikan sesuatu yang jadi kebaikan mengingat jadi suatu kewajiban yang berdampak positif bagi kehidupan'namun jika memang tidak berkemampuan juga setidaknya kita saling mendoakan untuk para penyampai/pendakwah dengan cara sebisa semampu kita untuk berpartisipasi dalam mendukungnya.

Semoga juga penyampaian ini jadi penyampaian yang manfaat dunia akhirat'Aamiin.

No comments: