Salah Kaprah Dalam Ibadah

Salah kaprah dalam ibadah,jadi hal yang lumrah yang terkesampingkan,karena mengejar fadhilah tanpa tuntunan dalam ibadah.

Terkadang kita mengesampingkan tuntunan/cara dalam sebuah ibadah,maupun dalam sebuah amalan,yang lebih mengejar fadhilahnya daripada mengetahui/menjalankan tuntunanya.
Padahal sebuah fadhilah tak bisa didapatkan tanpa dengan tuntunan,namun fadhilah akan mengikuti sendirinya,jika segala sesuatu dijalankan sesuai dengan tuntunan yang menjadi anjuran cara dalam sebuah amalan dsb.

Suatu misal banyak orang membaca Alqur'an,tentunya ingin mendapatkan suatu pahala dalam amalan,yang tentunya sudah pasti ada khasiat manfaatnya sebagai yang jadi fadhilahnya,namun jika hanya mengutamakan tertuju pada fadhilahnya tanpa menghiraukan cara baca'nya,tentunya bukan lagi pahala yang didapatkan,apalagi fadhilah tetapi justru mendapatkan dosa dalam membaca'nya kecuali dibarengi dalam selalu proses sambil belajar untuk mempelajarinya.

Lalu banyak juga orang yang ingin mendapatkan fadhilah suatu doa/amalan,maupun fadhilah suatu bulan dihari yang di'istimewakan,semisal doa ini,dan doa itu,amalan ini dan amalan itu,yang khasiatnya ini dan itu,tetapi menghiraukan tuntunan caranya,sehingga khasiat manfaat suatu amalan/do'a seakan jadi tanda(?)yang tau tapi ragu dalam mengamalkan lagi,karena membaca/mengamalkanya tidak sesuai tuntunan'nya.

Begitu juga keistimewaan dalam suatu bulan yang ingin didapatkan fadhilahnya'namun tidak disiapkan dalam ingin memperolehnya,yaitu dengan menyiapkan diri sebelum datangnya,semisal keutamaan dan keistimewa'an bulan rajab,sya'ban,ramadhan dsb.

Lalu bagaimana agar kita gak salah kaprah dalam ibadah?tidak sia-sia dalam amalan?agar tau tuntunan cara yang semesti sebenarnya?karena jika sesuatu diamalkan berdasarkan dengan tuntunan caranya tentunya akan berdampak positif dalam segi sisi pada kehidupan yang kita jalani,karena tentunya sudah jadi kepastian yang sudah ditentukan oleh Yang Maha Kuasa,jika sesuatu dijalankan sesuai dengan tuntunanya.

Maka itu jawabanya adalah berguru pada yang ahli agama/pada para Ulama sebagai pewaris Nabi,pencerah dan pencerna ilmu dalam agama,karena ilmu agama agar ter'arah terbimbing dan terdo'akan tak akan didapatkan dari suatu pelajaran yang didapatkan dari sebuah buku-buku maupun pencarian sumber pelajaran didunia maya yang tentunya kurang adanya suatu keberkahan dalam mempelajari suatu ilmu,sebab keberkahan dalam mempelajari ilmu ialah ilmu yang ada guru'yang sesuai agama dan yang manfaat dunia akhirat,baik sumbernya dari buku maupun dsb,yang penting harus ada gurunya,agar tak salah kaprah untuk dapat berkah dalam belajar ilmu,apalagi ilmu agama.

Jadi salah kaprah bukan hanya dalam hal mengejar fadhilah tanpa tuntunan'melainkan juga mempelajari suatu ilmu/doa/mengamalkan suatu amalan tanpa guru/bimbingan dari ulama yang ahlinya.

Semoga jadi refrensi pembelajaran,bahwa perlu pentingnya suatu tuntunan cara dengan seorang ulama yang jadi pembimbingnya,agar sebuah ibadah tak salah kaprah dalam mengharap fadhilah'menggapai berkah.

No comments: