PELATIH KEHIDUPAN

A.SIAPAKAH PELATIH KEHIDUPAN
Siapakah pelatih kehidupan itu(?)
Apakah orang tua kita?
Apakah guru-guru kita?
Apakah para ulama maupun dai dengan syiar ceramah'dan nasehat petuahnya?
Apakah diri kita sendiri,dengan bekal pengalaman dalam hidup yang dimiliki?sebab guru terbaik adalah pengalamanya'dan yang tersebut memang banyak yang mengatakanya,tentunya bisa iya bisa juga tidak,tergantung dari pengalaman dari segi perihal apa juga tentunya.
Lalu siapakah pelatih kehidupan itu(?)
Karena pelatih tentunya harus lebih tau dengan apa yang akan dilatihnya,yang hakekatnya adalah juga seorang guru,yaitu gurunya kehidupan.
B.ORANG TUA KITA
Jadi pelatih/guru kehidupan itu semestinya yang terbaiknya adalah orang tua kita,tentunya orang tua yang ber'ilmu sehingga lebih bijak dalam mendidik,bisa dijadikan suritauladan dan bisa dibanggakan oleh anak dan keturunanya,karena tentunya bisa maqbul dan ter'ijabahnya suatu doa-doanya,yang berpengaruh besar juga bagi masadepan kehidupan anak keturunanya.
Tapi tak bisa dipungkiri,tak semuanya orang tua bisa dengan yang semestinya pada sebenarnya apa yang harus bisa,melainkan terkadang diluar kemampuanya dengan segala keterbatasan dengan berbagai sebab,namun walaupun demikian sudah kewajiban seorang anak yang harus wajib menghormati dan menghargai orang tua,serta harus selalu menjaga nama baiknya dan harus selalu mendoa'kanya.
Dan apapun kebaikan seorang anak pada orang tuanya'hakekatnya adalah tentunya tak akan bisa membalas apa yang sudah orang tua berikan,melainkan sekali lagi seorang anak harus berupaya sebisanya untuk bisa menghormati,menghargai,serta senantiasa menjaga nama baiknya dan harus bisa selalu mendoa'kanya,karena hakekat adanya kita adalah juga dicipta karenanya.
Lalu jika orangtua yang semestinya harus jadi pelatih/guru kehidupan kita dengan keterbatasanya,maka sebagai orang tua yang baik dan menyadari akan keterbatasanya tentunya bekalilah anak dengan pendidikan untuk bisa belajar dan berguru menuntut ilmu pada seorang guru,baik dalam pendidikan umum maupun agama sebagai bekal untuk kebaikan masa depanya'tentunya dengan juga tidak memaksakan pada yang jadi diluar kemampuanya,sebab jika 
dipaksakan bisa jadi sebuah tekanan yang menekan pada pemaksaan daya pikir seorang anak juga.
Jadi semestinya orang tua harus bisa memberikan bekal pendidikan pada anaknya'agar bisa lebih baik darinya,dan seorang anak harus tetap patuh menghormati orang tua,menjaga nama baiknya serta selalu mendoakanya karena sudah jadi kewajiban'walau bagaimanapun keadaan orang tua kita.
Jadi sebenarnya orang tua yang baik juga hakekatnya pelatih/guru kehidupan yang baik pada anak keturunanya.
C.GURU KITA
Bisa juga orang tua kita,maupun orang lain yang jadi guru kita/pengalaman kita(?)
Dan siapapun dan bagaimanapun guru kita,tentunya kita harus menjunjung tinggi sebagai upaya pengabdian kita dan etika akhlak kita kepadanya.
Jadi kita juga bisa jadi pelatih kehidupan juga,jika kita bisa menjadi anak yang baik pada orantuanya,untuk mencontohkan diri juga pada anak keturunanya,serta jadi murid yang tau diri untuk menghargai ilmu yang didapat dari gurunya,sehingga kita bisa jadi pelatih diri dulu dengan bekal pengamalan dalam berguru menuntut ilmu.
Sekali lagi bukan maksud untuk mengajari maupun menggurui,tetapi hanya saja sekelumit kajian ini semoga jadi refrensi dalam mengkaji,bahwa pada hakekatnya baiknya adalah agar kita bisa jadi pelatih kehidupan pada diri maupun anak istri maupun keturunan kita dsb,dengan bekal pengalaman baik dalam menuntut ilmu maupun pengalaman baik dalam menjalankan kehidupan.
Semoga penyampaian kali ini jadi kajian singkat yang juga bermanfaat'Aamiin.

No comments: