KETIKA LIANG LAHAT BERBICARA

"Langit yang tujuh,bumi dan semua yang ada didalamnya bertasbih kepada Allah'Dan tak ada satupun melainkan bertasbih dengan memuji'NYA,tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka,sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun lagi Maha pengampun"
(QS.Al Israa:44)
Dari penjelasan ayat tersebut menegaskan,bahwa semua alam semesta beserta isinya itu bertasbih dan memuji Kebesaran Allah Swt,dengan ungkapan dan bahasa yang tentunya berbeda dengan bahasa kita,maka itu tentunya suatu tanda Kebesaran dan Kuasa Allah juga,ketika liang lahat'pun bisa berbicara,yang akan dibahas pada perihal pembahasan yang akan disampaikan berikut ini,walau singkat semoga bermanfaat.
Ketika liang lahat berbicara dan selalu mengundang penghuninya, dengan bahasa dan suara yang tidak bisa mengerti dan memahaminya,kecuali atas Kehendak'NYA,dan dalam penyampaian sebelumnya tentunya sudah disampaikan tentang bagaimana liang lahat/kubur berbicara mengundang dan mengingatkan kita,maka kali ini akan disampaikan sebuah kisah hikmah lainya,yaitu kisah ketika wafatnya Fatimah Az Zahra.
Ketika wafatnya jenazahnya telah diusung oleh empat orang,yaitu yang mengusung adalah Ali bin Abi Thalib,Abu Dzar Al Ghifari serta kedua putranya.
Ketika jenazah beliau Fatimah Az Zahra diletakan ditepi kubur,maka Abu Dzafirrin Al Ghifari berkata pada kubur.
"Wahai kubur,tahukah kamu jenazah siapa yang kami bawa kepada kamu?
Inilah jenazah Fatimah Az Zahra putri Rasulullah Saw"
Kemudian atas Kuasa Allah Swt'liang lahat kubur tersebut berbicara dengan berkata:
"Aku bukanya tempat bagi mereka yang berderajat atau yang bernazab,aku adalah tempat amal shaleh,orang yang banyak amalnya maka dia akan selamat dariku,tetapi apabila orang itu tidak beramal shaleh,maka tidak akan terlepas dari aku/siksa kubur"
Jadi siksa kubur tidak memandang seseorang yang berderajat maupun yang bernazab'melainkan kepada siapa saja kecuali yang ber'amal saleh dalam hidupnya.
Maka itu walau beliau Fatimah Az Zahra putri Rasulullah Saw,beliau adalah sosok teladan dalam menjalankan tuntunan amal ibadah dengan apa yang dituntunkan yang semesti sebenarnya dalam menjalankan kehidupanya,yang selalu baik dalam budi pekerti,serta akhlak dan perbuatan amal salehnya.
Dan berikut adalah sebuah amalan agar selamat dari siksa kubur,dan diantara sebab disiksa dalam kubur:
Abu Laits As Samarqandi berkata:
Bahwa apabila seseorang ingin selamat siksa kubur hendaklah mengamalkan empat perkara yaitu:
-Menjaga Shalatnya
-Bersedekah
-Membaca Alqur'an
-Memperbanyak membaca tasbih,karena bacaan tersebut dapat menyinari dan melapangkan kubur.
Adapun empat perkara dari banyaknya perkara yang harus dijauhi yaitu:
-Berdusta
-Berkhianat
-Mengadu domba
-Kencing dengan berdiri
Rasulullah Saw bersabda:
"Bersucilah kamu semua dari kencing,karena sesungguhnya kebanyakan siksa kubur itu berasal dari air kencing".
(Dari diantara perkara tersebut salah satunya yang banyak diabaikan juga adalah bab masalah dalam kencing,maka itu alangkah baiknya mengkaji perihal ini akan apa saja sih bab dan etika dalam kencing,bagaimana posisinya,cara mensucikanya maupun hal-hal yang harus dilakukan maupun dijauhi dalam perkara kencing,tentunya bisa dikaji selengkap seteliti mungkin dengan mengaji tentang bab yang khusus untuk pembahasanya pada ahlinya dalam bab tentang bersuci dsb,agar bisa dijauhkan dari siksa kubur karena menjalankan etika'nya).
Dan kiranya kajian singkat ini semoga jadi pengingat kita,bahwa kita tidak boleh melalaikan bekal untuk persiapan diri dalam menghadapi mati yaitu perihal sesuatu yang pasti.
Dan bahwa kubur itu akan memperlakukan kita sesuai dengan amal perbuatan kita,tanpa memandang yang berderajat maupun yang bernazab,yang bodoh maupun yang ber'ilmu,yang miskin maupun yang kaya,melainkan kubur akan memperlakukan kita sesuai dengan amal sholehnya,baik dengan apa yang dimiliki sewaktu hidupnya,apa sudah digunakan baik dengan titipan ilmu maupun harta benda dalam menggunakanya,apakah digunakan sesuai agama atau tidaknya.
Jadi semoga perihal penyampaian ini jadi koreksi dan pengingat diri kita dalam saling mengingatkan tentang perihal kematian.
Semoga manfaat dunia akhirat'Aamiin.

No comments: