SESEKALI

SESEKALI KITA MEMANG HARUS BELAJAR DIRI UNTUK BERUSAHA SELALU BERISTIGHFAR
Sesekali memang seharusnya kita beristighfar setiap waktu,sebab Allah Swt menurunkan karunianya selalu,boleh jadi ketika kita sedang istighfar saat itulah karunia sedang diturunkan,yang akan membuat kita bahagia dalam segala hal,dapat petunjuk dalam kebingungan pada apa yang sedang mau dilakukan,bisa juga sebab dapatnya suatu rejeki besar dari apa yang sedang diikhtiarkan,tetapi kadang kita memang mudah lalai,namun setidaknya memang selalu harus berusaha'walau sebisanya.
SESEKALI BERSIWAK
Sesekali tiada salahnya memang seharusnya kita mencoba untuk bersiwak,yang fungsinya padahal sangat luar biasa,yang tidak hanya membersihkan gigi'tetapi dengan'nya Allah akan ridho jika seseorang mau menggunakan siwak untuk dijadikan amalan rutinya.
Dan Bersiwak adalah membersihkan gigi yang secara fungsinya mungkin bisa digantikan dengan sikat dan pasta gigi modern'tetapi secara khasiat manfaat'nya,semahal apapun sikat dan pasta gigi yang digunakan,tak akan bisa menggantikan dari khasiat manfaat yang didapat dalam bersiwak.
Sebab dalam kayu siwak Allah Swt memberikan banyak khasiat manfaat,diantaranya adalah seperti dapat membersihkan gigi dan gusi,sebagai sarana penjaga kesehatanya,menyerikan wajah,sebab kelancaran suatu rejeki,meluruskan tulang punggun dan banyak khasiat manfaat lainya,untuk lebih detailnya tentang siwak bisa dibuka dikajian penyampaian ini lainya dipostingan MADU DAN SIWAK/MISWAK.
SESEKALI NYEKER
Sesekari kita memang harus membiasakan diri untuk sesekali untuk nyeker atau berjalan dengan tanpa ber'alas kaki,seperti yang Nabi anjurkan dan contohkan.
Karena ternyata baik juga buat kesehatan,sebagai juga refleksi gratis alami,yang jadi sebab lancarnya peredaran darah melalui otot-otot saraf kaki,dan banyak manfaat lainya buat kesehatan, yang juga mencegah imsonia atau sulit tidur,serta juga mengurangi tekanan stress dsb.
SESEKALI TAHANLAH AMARAH
Memang amarah dapat merusak emosi jiwa,memperburuk budi pekerti,merusak pergaulan dan rasa sebuah kasih sayang serta memperburuk suatu keadaan.
Karena ketika seseorang sedang marah,memang tak bisa mengendalikan emosinya,yang tentunya tak memandang suatu keadaan,tak memikirkan pada efek yang setelahnya,karena membabi buta akan kemarahanya.
Adapun diantara cara mengendalikan amarah adalah dengan apa yang Nabi tuturkan dalam Sabda'nya,seperti cobalah sesegeranya mengambil air wudhu,merubah posisi dari duduk berubah berdiri dan sebaliknya,dari sebuah tempat bergeser ketempat lainya,dengan sambil berusaha menenangkan diri,sambil pula mengubah posisi keadaan tubuh dari yang semula ketika sedang marah.
SESEKALI LIHATLAH KESUSAHAN
Sesekali memang kita harus kerumah sakit,dalam artian menengok orang sakit agar tau nikmatnya sehat,dan mengunjungi menjenguk seseorang yang terpenjara baik yang dikenalnya maupun sekedar gedungnya,agar tau nikmatnya kebebasan dan mengunjungi melihat rumah sakit jiwa agar tau betapa manusia mulia karena akalnya.
Dengan demikian mungkin kita baru bisa mensyukuri nikmat kesehatan,nikmatnya sebuah kebebasan dan nikmatnya diberi daya pikir akal yang normal,sehingga bisa menerima,menyikapi serta menggunakan sebaik mungkin baik untuk kemanfaatan pada dirinya, maupun pada sesamanya dengan tanpa lupa rasa syukur pada Sang Penciptanya.
SESEKALI TERTAWALAH SEKEDARNYA
Kiranya Tertawalah sekedarnya'agar jiwa stabil,yang jadi hilangnya kejenuhan dan jadi jernihnya pemikiran.
Tetapi ternyata janganlah tertawa dengan berlebihan,yang dengan berbahak-bahak,meskipun ya tiada terpungkiri siapapun kita ini masih kadang merasakan nikmatnya tertawa dengan berbahak,ya tentunya semoga asalkan jangan pula mengusahakan orang untuk tertawa dengan berbohong sebisanya,sebab seakan perihal tersebut jadi pelupa diri bahwa seakan-akan kita sudah dijamin surga kelak setelah matinya,padahal neraka menyala mengundang manusia yang terbuai dunia(dalam hal ini yang bisa berma'rifatlah yang bisa memahaminya,dan  yang awam pasti memang masih bingung dalam perihal ini,tapi setidaknya ada niat untuk bisa mengetahui perihal ini)
"Celaka baginya,celaka baginya,celaka baginya,yaitu seseorang yang berdusta agar orang-orang tertawa"
(HR.Imam Ahmad Musnad dengan sanad Jayid).
Jadi memang segala sesuatu jika berlebihan memang ada laranganya,seperti berlebihan dalam makan yang dapat mengganggu kesehatanya,berlebihan bicara yang juga banyak orang jadi gak suka,dan dalam hal ini yaitu berlebihan dalam tertawa dilarang karena ada suatu hadist lain yang menerangkan bahwa'yang makna artinya,orang tertawa berbahak dan berlebihan seakan merasa sudah dijamin surga padahal neraka menantinya dengan karena tumpukan dosanya,tetapi seakan gak punya dosa dengan lepasnya dalam tertawa,padahal liang kubur selalu memanggil dan agama mengingatkan untuk segera bersedia bekal,karena akan kekal abadi dikemudianya dengan bekal amalanya,dan bukan maksud tertawa dilarang tapi diarahkan dan diingatkan bahwa jangan lupa akhiratnya ketika dalam tertawa'nya.
SESEKALI MELANCONGLAH
Sesekali bepergianlah atau melancong/refresing/rekreasi untuk penyegaran,yaitu keluar dari daerah tempat tinggal sendiri,agar tau bahwa dunia ini luas dan indah,dengan keberagamanya'sehingga lebih tau tanda Kebesaran Sang Pencipta.
SESEKALI MENGKAJI DIRI
Sesekali memang kita harus merenungkan menyadari diri dengan apa yang kita rasakan sekarang ini,apakah dalam kerja atau dalam aktifitas maupun status dan rasa bahagia yang diridhoi?apakah sengsara dalam sengsara perjuangan kehidupan?karena banyak orang bisa bahagia dalam hal belum tentu bisa bahagia dalam hal lainya?dan seseorang tak akan merasa sengsara melainkan kan selalu merasa bahagia walau terlihat mata awam sengsara.
Maksudnya adalah rasa bahagia yang diridhoi itu bisa bahagia dalam segala hal,bukan hanya bisa bahagia dengan satu hal yang membuatnya bahagia saja,tetapi apapun keadaanya bisa bahagia karena bisa menerimanya sebagai buah dari istiqomahnya dalam ber'ibadah.
Jadi apakah kita sudah bisa bahagia dalam segala hal'tanpa mengenal suatu keadaan tertentu?karena penghuni surga adalah seseorang yang bisa merasakan rasa bahagia dalam segala halnya(?)
Sekali lagi tak ada maksud mengajari maupun menggurui dalam penyampaian ini,dan kita semua saling doa,agar semoga sesekali bisa mencoba dan membiasakan apa yang dicoba dalam hal untuk perbaikan diri'Aamiin. 

No comments: