MENCARI HIDAYAH

Mengkaji hidayah tak bisa dipisahkan dari agama,dan agama dihadirkan sebagai tuntunan dan tata cara untuk aturan dalam bagaimanapun manusia menjalankan kehidupanya.
Dan pada hakekatnya agama memiliki dua perintah aturan yaitu untuk agar meninggalkan hal-hal yang dilarang dan menjalankan ketaatan sesuai tuntunan.
Dalam meninggalkan larangan lebih ditekankan karena ketaatan lebih dapat dijalankan,walau dalam menjalankan masih banyak yang menyalahi aturan yang tidak sesuai tuntunan'kenapa dalam meninggalkan larangan lebih ditekankan?sebab mengendalikan hawa nafsu belum tentu setiap orang mampu,semisal memang banyak orang yang taat tapi masih juga melakukan maksiat tetapi kalau seseorang sudah mampu meninggalkan maksiat Insya Allah biasanya bisa istiqomah dalam taat.
Dan siapapun orangya jika benar-benar menjalankanya,menurut apa yang diajarkanya pasti akan menjadi sosok seseorang yang benar-benar beragama,dan bisa menyebarkan kebaikan baik pada sesamanya maupun kepada alam sekitar dan pada makhluk lainya,dan dalam agama seseorang diwajibkan lebih dulu gimana cara seseorang untuk bisa mengenali penciptanya yaitu Allah Swt dan itu jadi suatu kewajiban dalam Islam.
Dan mengenali Allah Swt adalah sesuatu yang wajib dan diwajibkan maka darinya kenalilah cipta'anya bukan untuk mengenali zat'nya sebab itu diluar kemampuan akal manusia'kenalilah juga apa yang diperintahkan dengan alasan kenapa diperintahkan untuk ini dan untuk itu'kenalilah juga mengenai laranganya kenapa dilarang ini dan itu yang juga dilarang,lalu kenalilah sifat sifatnya,sebab jika memang kita belum melakukan yang demikian lalu bagaimana nilai ibadah kita?kalau melakukan ibadah tidak mengenal Tuhanya?sedangkan niat ibadah pada inti hakekatnya adalah agar diterima oleh yang disembahnya'
(Semoga jadi saling pengingat dalam berusaha untuk taat).
Setelah mengenali Sifat dan Kebesaranya dengan keyakinan yang kuat,maka disitulah seseorang akan kuat iman islamnya,dalam menjalankan agama sesuai tuntunan dan ajaran,dengan juga menebar kebaikan dan kedamaian dalam kehidupan.
HIDAYAH
Hidayah adalah buah dari ilmu,yang memiliki awalan dan akhiran'maksudnya seseorang akan dapat hidayah bukan karena kepasrahanya melainkan menggunakan akal pikirnya.
Untuk mencari dan mengusahakanya,yang jadi proses awalnya hingga akhirnya mendapatkan hidayah buah dari kesungguhan dalam mencarinya.
           
Hidayah adalah sesuatu yang lahir dan bathin,yang tidak dapat dicapai ujungnya kecuali melalui jalur awalnya.
Dan seseorang takkan mampu menggapai rahasianya,kecuali dengan niat usaha dan kesungguhan dalam berupaya menujunya dengan sebuah tuntunan yang semestinya.
Hidayah berdasar atas ketakwaan yang nyata,dan tidak ada masa depan yang baik sebagai keberuntungan,kecuali dengan takwa dan sebuah petunjuk bermula dari sebuah ketakwaan juga.
Maka dari itu agama dan hidayah tak bisa dipisahkan,melainkan dalam satu rangkaian'seseorang memeluk agama belum tentu dia dapat agama yang diridhoi oleh yang Kuasa,karena beragam banyaknya macam-macam agama' tetapi ketika seseorang dapat hidayah sudah pasti akan memeluk agama yang diridhoi yang Kuasa'dan jika seseorang sudah dapat hidayah serta benar-benar menjalankan agama buah dari hidayahnya,maka akan timbulah karomah pada seseorang tersebut dengan ditinggikan derajatnya, daripada manusia lainya,sehingga doanya maqbul buat dirinya maupun buat orang yang didoakanya.
Jadi hidayah itu buah dari pencarian juga,namun karomah timbul mengikutinya,dan karomah tak bisa dicari melainkan mengikuti dengan sendirinya,sebagai buah dari keikhlasan dalam beribadahnya.
Sebelum dan sesudahnya mohon maaf apabila ada yang gak sependapat dengan penyampaian kajian ini,dan ini adalah kajian tentang agama dan hidayah dari segi sudut pandang kajian syiar ini,yang memaparkan proses awal dalam pencarian hidayah.
Dan siapapun saudara silahkan beri kami kritik dan saran  komentar baik melalui blog ini'maupun halaman facebook Buletin Syiar ini'dalam kajian ini agar jadi kajian bersama tanpa saling adanya perdebatan, melainkan jadi buah pemikiran bersama dalam bagi setiap insan yang beragama.

No comments: