INTISARI PENYAMPAIAN 2

KARUNIA DALAM PROFESI
Bekerja menurut profesi itu juga merupakan karunia rejeki yang selalu harus disyukuri,sebab masih banyak orang yang bekerja dengan keterpaksaan'nya,karena kalah sama kebutuhanya,serta masih banyak juga seseorang yang gak punya pekerja'an atau masih dalam pencarian.
MENYEGERAKAN PEKERJAAN
Selagi ada waktu mengerjakan suatu kegiatan/pekerjaan bersegeralah dikerjakan,karena itulah ada waktu untuk melakukanya,karena waktu selanjutnya belum tentu milik kita,bisa juga jadi waktu untuk orang lain,semisalnya ada waktu mendadak ketika harus menengok orang sakit maupun kepentingan mendadak dsb.
PEKERJAAN
Sesenangnya seseorang dalam menjalani pekerjaan adalah yang sesuai profesi yang juga jadi hobinya,termasuk mendapatkan sesuatu dari hobinya baik penghasilan dsb.
Semisal ahli bikin sesuatu dan dapat hasil dari sesuatu yang dibiknya,ahli menyanyi maupun berkarya dan dapat penghasilan dari karya'nya dsb,yang merupkan jadi penghasilan dalam menjalankan hobinya.
Maka bersyukurlah yang demikian dan banyak-banyaklah bersyukur,sebab masih banyak seseorang yang masih bingung dalam pekerjaan serta tertekan dan penuh keterpaksa'anya dalam menjalaninya.
"Tidaklah seseorang memperoleh suatu penghasilan yang lebih baik dari jerih payah tanganya sendiri,dan tidaklah seseorang menafkahi dirinya,istrinya,anaknya dan pembantunya melainkan ia dihitung sebagai shodaqoh".
(HR.Ibnu Majah).
BERDAGANG
Memang berdagang lebih baik dari bekerja maupun jadi pegawai,karena berdagang adalah cara yang terbaik dalam menggandakan penghasilan maupun harta benda,dengan selalu meningkatkanya dalam menjalaninya asal dalam selalu kejujuran.
Nabi'pun telah menganjurkan dan mencontohkanya,karena sembilan dari sepuluh jalan keluarnya rejeki dalam mencari nafkah ada dalam perdagangan,dan bersyukurlah bagi pedagang karena tidak semua orang bisa punya mental maupun keahlian dalam menjalankan,dan pedagang sukses maupun pedagang besar/pengusaha itu punya pengaruh yang besar dalam suatu pemerintahan suatu daerah/wilayah maupun suatu negara'yang tak jarang pelakunya jadi pengaruh besar pada suatu kebijakan pemerintahan bahkan jadi pemimpin pemerintahan dsb,makanya tak jarang para pejabat maupun pemimpin negara kebanyakan berlatar belakang pengusaha/pedagang besar.
"Pedagang yang senantiasa jujur lagi amanah akan bersama para nabi,orang-orang yang selalu jujur dan orang-orang mati syahid".
(HR.Tirmidzi).
MENGANGGUR
Seseorang yang maunya selalu menganggur,tanpa ada keniatan untuk melakukan usaha'agar kebutuhan hidupnya dipenuhi orang lain,maka akan selalu dicoba hatinya dengan kekesalan,serta kegelisahan.
Maka itu carilah kesibukan sebisa semampunya,Insya Allah pasti diberikan jalan keluar dengan kesibukan/pekerjaan,walau terkadang berawal dari bukan yang sesuai kemampuan namun itu sebuah proses yang harus lebih dulu dijalani.
DIANTARA BANYAKNYA FAKTOR KEKAYAAN
Diantaranya adalah dari perantara orangtua kita yang mampu mewariskanya,dan disertai kerja keras kita dengan disertai doa dan bakti kepada orang tua,sehingga kelak kita juga bisa mewariskanya kepada keturunan kita.
Jadi orangtua yang baik yang berada yang bisa mewariskan harta benda'nya itu,serta bisa mendidik anak juga bagaimana agar bisa mewariskan seperti dirinya,tanpa harus pelit dan kikir pada sesamanya.
Dan seorang anak yang baik itu tidak mengharapkan warisan orangtuanya,melainkan harus kerja keras dengan sebisanya,agar harus lebih dengan apa yang dimiliki orang tuanya.
Tapi disini dimaksudkan agar juga jangan menimbun harta tanpa sedekah dan berbagi'karena untuk tujuan keturunan anak cucunya,asal apapun yang dipunyainya disikapi dengan kesederhanaan dan digunakan dalam jalan sesuai aturan agama,dan lebih baik mati meninggalkan warisan untuk kebaikan daripada mati meninggalkan hutang.
Jadi intinya lebih baik ada daripada fakir,asal dalam berada pengguna'anya sesuai dengan apa yang diajarkan agama.
"Setiap orang lebih berhak atas harta miliknya,daripada ayahnya atau anaknya dan segenap manusia"
(HR.AL-Baihaqi).
Semoga jadi kajian penyampaian singkat yang bermanfaat'Aamiin. 

No comments: