BAGAIMANA CARA MENJADI SEORANG PENULIS

Menjadi seorang penulis sangatlah mudah,dan juga sangatlah susah,susah-susah gampang,perlu waktu dan tahapan rutin ketika ingin menuliskan suatu hal yang ingin dituliskan baik dimedia buku,blog,majalah dengan suatu opini atau ide tertentu dsb.

Bagi yang sudah terbiasa menulis mungkin mudah untuk menuliskanya,tetapi sebaliknya bagi yang belum bisa menulis tentunya jadi suatu hal yang sulit dan susah serta bingung harus dimulai dari mana tulisan yang ingin dituliskanya.

Tulisan adalah sebuah karya,dimana karya tersebut sebuah penyampaian yang bermacam-macam isi tujuan,baik yang sifatnya menginformasikan suatu hal berita,ungkapan jiwa,cerita pengalaman,motivasi-motivasi,maupun suatu ide atau pendapat tertentu yang tertuang dalam sebuah buku,serta media-media lainya dsb.

Asalkan sebuah tulisan mewakili isi hati yang menyampaikan suatu penyampaian dengan kebenaran,baik apapun sifat isi dari tulisanya,maka tentunya jadi penyampaian yang manfaat jika dibaca.

Tidak asal tulis dengan tulisan yang berisi tidak jelas dari yang disampaikan seperti menyampaikan suatu berita tanpa tau kebenaranya,menuliskan suatu ide tertentu dan merasa benar dengan ide'nya daripada ide opini lainya,mengarang suatu novel atau cerita yang ujungnya menyesatkan atau mengarahkan pada perihal yang tidak baik tentunya lebih baiknya jangan dituliskan atau disampaikan,hanya karena iming-iming suatu materi dsb,sebab bisa jadi suatu penyampaian yang akan banyak orang menjalankan dan jadi suatu dosa yang tentunya juga menanggung dari akibatnya.

Adapun penyampaian tulisan ini, menyampaikan bukan maksud mengajari maupun menggurui gimana caranya jadi penulis dengan tata bahasanya dsb,melainkan menyampaikan tentang sisi lain dari seorang penulis.

Mungkin bagi yang ingin menjadi penulis dan belum memulainya akan bertanya-tanya dalam benak,bagaimana ya caranya awal mulanya menulis,sebagian berfikir bagaimana cara mengurutkanya biar berurutan hasil karya tulisnya,sehingga sempurna,jika mau memulai berfikir demikian tentunya sebuah karya akan selalu tertunda karna ingin menunggu sempurna,padahal tiada karya yang sempurna karna kesempurnaan suatu karya mengikuti dengan bertahap pula itupun tetap tak akan sempurna karena kesempurnaan adalah mutlak pada Yang Kuasa.

Tetapi setidaknya jika mau berkarya mulailah saja sebisa semampunya apapun karya'nya tak terkecuali karya tulis asalkan isi dari sifatnya benar menyesuaikan,tidak mengandung unsur negatif Insya Allah jadi awal sebuah karya yang manfaat juga,asal tidak main jiplak copy paste karya orang lain tanpa ijinya.

Menjadi seorang penulis adalah suatu perjuangan exstra,apalagi seseorang yang ingin fokus dalam bidang tulisanya,dengan ingin mendapatkan pendapatan dari yang dituliskanya termasuk untuk menerbitkan suatu buku dsb,tentunya yang demikian adalah seseorang yang paham betul mengenai suatu beluk dalam dunia tulis,berbeda dengan seseorang yang menjadikan dunia tulis sebagai penyaluran dari hobinya sebagai pengisi waktu luang diluar kesibukan kerjanya.

Seorang penulis profesional tentunya sudah terlebih dulu banyak belajar dengan dunia tulisan,baik dari seringnya baca buku sebagai hobinya,untuk dijadikan refrensi karyanya, maupun pengalaman pribadi dalam kehidupan yang dijalaninya untuk dijadikan karya tulisnya,sehingga apa yang dituliskanya berbuah karya yang banyak orang membaca,bisa menghasilkan suatu pendapatan yang menjanjikan dari karya tulisanya,baik melalui dengan menerbitkan buku,maupun menulis pada suatu blog dsb.

Untuk menjadi seorang penulis yang sudah menghasilkan banyak karya,tentunya juga tak semudah dengan apa yang diraihnya,banyak perjuangan suka,duka ketika melaluinya apalagi jika dimulai dari nol,artinya ingin jadi penulis tanpa tau caranya,tanpa belajar sebelumnya hanya bermodalkan niat yang kuat tanpa punya bakat,sungguh yang tersebut adalah perjuangan yang sangat berat,yang harus kuat semangat dan harus selalu ingat,dan ingat bahwa bakat akan kalah dengan kuatnya keinginan,tentunya keinginan yang terlatih untuk mencapai apa yang ingin diraih.

Janganlah hanya melihat kesuksesan dan terkenalnya seorang penulis'melainkan lihatlah buah karya'nya dan proses dari apa yang dikaryakanya,bahwa semua itu tak mudah dalam melaluinya,karena terkadang hasil sebuah karya tercipta dari betapa lebih banyaknya duka dan deritanya daripada bahagianya ketika saat prosesnya,segenap waktu,tenaga,materi yang tak cukup sedikit biaya maupun beban mental diri pada sekitar,ketika memulai karya dipandang sebelah mata,harus berusaha sabar serta harus selalu bisa tegar ketika apa yang dikaryakanya banyak rintangan dan cobaan jadi santapanya.

Dan hakekat keberhasilan seorang penulis adalah ketika apa yang dituliskanya jadi buah karya ilmu yang manfaat pada sesamanya,sehingga sebuah karya jadi ladang pahalanya pula yang tentunya jadi ilmu yang manfaat dunia akhirat.

Alangkah senangnya juga jika seseorang yang hobi menulis mendapatkan penghasilan secara materi juga dari yang dituliskanya,jadi suatu bakat anugerah yang harus disyukurinya.

Namun jika ingin berkarya setidaknya tidak semata-mata karena materi saja,apalagi dalam bidang karya tulis,harus diniatkan bahwa apa yang ingin dituliskan adalah perihal suatu ilmu yang manfaat yang memang harus disampaikan,dengan demikian seorang penulis sama saja seorang yang terhitung seorang pendakwah lewat sebuah karya yang menurut kemampuanya,karena berdakwah menyampaikan suatu ilmu yang manfaat adalah kewajiban kita semua,karena berdakwah bukan hanya disampaikan lewat sebuah lisan dsb,melainkan dengan sesuatu apa yang kita bisa,dengan cara disampaikan sebaik mungkin tentunya.

Dengan demikian menjadi seorang penulis adalah pekerjaan yang mulia,yang tanpa disadari jadi guru dan abdi bangsa dan negara,karena menyampaikan suatu ilmu yang manfaat,yang jadi suatu pembelajaran yang berharga karena suatu karya juga buat bangsa.

Semoga siapapun yang ingin menjadi seorang penulis dan ingin menggeluti dibidangnya,semoga bisa profesional dibidangnya,dengan menyampaikan suatu tulisan berdasarkan kebenaranya,serta jadi suatu ilmu yang manfaat dunia akhirat'Aamiin.

No comments: