KETAATAN DAN KEMAKSIATAN

Ketaatan dan kemaksiatan keduanya adalah sebuah kenikmatan'nikmat yang diridhoi dan nikmat yang dimurkai oleh Allah Swt.
Beruntunglah seseorang yang selalu dalam taatnya dan celakalah seseorang yang selalu mengusahakan  dalam maksiatnya.
Seseorang yang mengusahakan taatnya akan merasakan nikmat lahir bathin dalam setiap segi sisi kehidupanya'dan seseorang yang selalu mengusahakan akan kemaksiatanya hanya merasakan nikmat lahir yang dalam laknat tanpa merasakan bahagia bathinya,serta akan menanggung balasan kehinaanya baik didunia dan diakhirat.
Pada hakekatnya ketaatan memang memudahkan rejeki dalam berbagai hal,baik kemudahan dalam rejeki secara materi,rejeki berupa kesehatan dsb.
maupun kebahagiaan dalam berumahtangga maupun kebahgiaan hidup dalam segala hal yang dijalaninya.
Sedangkan kemaksiatan menimbulkan dosa menjauhkan diri dari kedekatanya pada yang Kuasa,sehingga mudah dapat musibah'apa yang dijalani serba susah,mudah resah gelisah serta sebuah doa-doanya tak mudah terijabah.
Ketaatan dan kemaksiatan dua kenikmatan namun tidak bisa bersatu dalam satu tujuan walaupun berbarengan'bagai air dan minyak jika disatukan,artinya seseorang yang selalu dalam taat tidak akan begitu mudah berbuat maksiat begitu juga dengan seseorang yang selalu dalam maksiat akan begitu berat menjalankan taat.
Untuk bisa taat selalu mencoba bertaubatlah dalam maksiat'dan untuk menghindari meninggalkan maksiat memang tidak bisa sekaligus melainkan dengan bertahap,dengan memang harus diawali sebisa semampunya, sekuat sekeinginanya,bahwa ingin meninggalkan walau perlahan pelan,dan jika seseorang yang dalam maksiat berniat demikian percayalah itu awal yang Kuasa mengundangnya untuk menjalankan petunjuk tuntunan hidup yang seharus semestinya, dengan asalkan ada kemauan tekat niat yang kuat.
Bagi yang dalam taat bersyukurlah bisa menjalaninya dan jangan merasa bisa serta mencela pada yang belum bisa taat'tapi sampaikanlah dengan sebaik mungkin tanpa menyakiti dan menyinggungnya serta jangan sampai memaksakan walaupun ajakan untuk kebaikan,sebab hidayah tak bisa dipaksakan dan penyampaian akan menyentuh perasaan apabila yang menyampaikan juga selalu dalam kuatnya iman,dan bagi yang masih dalam kemaksiatan janganlah merasa berputus asa dengan merasa banyaknya dosa,melainkan ketika sedang bermaksiat menangislah dalam hati,sekalipun lahir merasakan nikmatnya,tapi hati harus berusaha menangis karena sedang berbuat dosa'.
Insya Allah semoga itu jadi maksiat yang terakhir kalinya yang kemudian bisa bertaubat dalam amal perbuatan kelanjutan hidupnya.
Ketaatan dan kemaksiatan kita tak terlepas dari kehendak yang Kuasa,maka dari itu janganlah kita merasa bisa melakukan taat,dan jangan pula merasa kita bisa melakukan maksiat,karena dua perkara tersebut bisa jadi buah dari niat kita dan yang Kuasa yang mewujudkan menghendakinya,bukankah amal perbuatan tergantung niatnya(?)dan yang Kuasa membalas niat seorang hamba,maka itu perbaikilah niat untuk selalu dalam taat,jangan karena berniat karena belum ada kesempatan namun ada tidaknya niat kuat taat harus selalu diusahakan,dan berniatlah untuk tidak maksiat lagi sekalipun sedang menjalankan maksiat agar Insya Allah diberi hidayah untuk bisa bertaubat.
Ketaatan dan kemaksiatan adalah dua amal perbuatan yaitu amal kebaikan dan keburukan,dua amal perbuatan yang berbuah pahala dan dosa yang dibalas didunia dan diakhirat'dengan kebahagiaan dan kesengsaraan buah dari perbuatanya,serta surga bagi yang dalam taat kelak diakhirat dan neraka bagi yang selalu bermaksiat dan enggan bertaubat sebagai laknat balasan dari yang Kuasa.
Ketaatan dan kemaksiatan keduanya kita tidak akan mampu menampakan maupun menyembunyikanya'seseorang yang berniat menyembunyikan taatnya tapi yang kuasa menampakan pada sesamanya dengan berbagai kemuliaan,dan seseorang yang menyembunyikan maksiatnya sebenarnya yang kuasa juga menampakanya dengan susahnya dalam segala hal hidupnya dan jadi hina pada sesamanya.
Jadi taat dan maksiat adalah pahala dan dosa yang memang tidak terlihat nampak mata'namun sesungguhnya tidak bisa ditutupi dan dipungkiri untuk bisa dilihat atau dirasakan melalui buah dari dua perbuatan tersebut.
Yang dalam taat pada hakekatnya pasti akan diberi kemudahan untuk bahagia dan membahagiakan apapun keadaan,sebaliknya yang selalu masih dalam maksiat akan berbuah dengan begitu susah untuk bisa bahagia,walau bergelimang harta benda serta selalu menyusahkan dan merugikan orang,karena buah dari maksiat yang enggan bertaubat.
Jadi sebenarnya pahala dan dosa bisa dilihat dan dirasakan,sebagai buah perbuatan dari ketaatan maupun kemaksiatan.
Semoga kita dalam taat yang diridhoi serta berusaha menghindari maksiat agar tidak terlak'nat.
"Ya Allah berilah hamba kenikmatan dalam ketaatan,serta kebencian dan rasa hambar dalam kemaksiatan,jadikanlah hamba seseorang yang selalu taat dan terhindar dari maksiat serta jadi hamba yang selalu ahli bertaubat"
Semoga jadi kajian penyampaian untuk saling mengingatkan yang bermanfaat dunia akhirat'Aamiin. 

No comments: