TENTANG KEHIDUPAN DAN KEMATIAN

UJIAN HIDUP
Kehidupan memang sebuah ujian,baik dalam kesusahan maupun dalam kesenangan,dalam hal nasib/rejeki,jodohnya,kesehatanya dsb.
Namun seberat-berat ujian adalah ujianya para nabi dan auliya serta orang-orang yang tinggi kadar keimananya'semakin besar ujian semakin besar balasan kebaikanya,dan besar kecilnya ujian tergantung bagaimana setiap insan dalam menyikapinya.
TUJUAN HIDUP
Seseorang yang punya tujuan hidup adalah yang punya rencana dan cita-cita untuk kebaikan hidup yang dijalaninya,dengan sambil menyiapkan bekal untuk kehidupan selanjutnya.
Selalu rajin dan bersungguh-sungguh dalam menjalani kehidupanya,karena paham bagaimana seharusnya dia hidup, dan bagaimana dia harus meraih bahagia dengan kesungguhan ikhtiarnya,karena kesungguhan dan ketekunan tidak mengenal keturunan,gelar maupun jabatan melainkan menghampiri setiap insan yang memiliki kegigihan yang menggelora,pada jiwa yang teguh dengan kesabaran yang tinggi dalam menggapai apa yang dicita-citakan'nya.
BEBAN HIDUP
Setiap orang pasti mengalami kesusahan dalam setiap halnya, namun janganlah merasa susah sendiri saja,ketika kita sedang resah diluar sana masih banyak orang yang lebih susah,karena banyaknya masalah'jangan merasa kita saja yang sedang sulit masih banyak orang yang menjerit dengan beban penyakit,maupun hutang yang membelit,janganlah terbuai dari rasa sedih karena masih banyak orang yang lirih merintih dengan beban derita yang tak henti menindih,baik pada penyakitnya maupun pada kesulitan hidup yang dilaluinya'untuk merasa yang demikian sesekali lihatlah kesusahpayahan seseorang yang sedang merasakan beban hidup yang jauh lebih berat daripada kita.
Tiada kehidupan yang terlepas dari sebuah masalah'namun seharusnya memang jangan anggap masalah sebagai musibah karena ada hikmah dibalik semua.
Semestinya kita juga tidak terlena pada ujian ketika menyikapinya,melainkan seharusnya memfokuskan pada bagaimana cari usaha jalan keluarnya.
Semestinya pula tak usah meratapi masalalu dalam hidup'karena sesuatu yang paling jauh adalah masalalu,yang mengingat dan meratapinya adalah suatu kelemahan kecuali mengambil pelajaranya,agar jadi suatu kesiapan dalam menjalani menghadapi masadepan'dan masadepan bukanlah sesuatu yang kita tuju melainkan sesuatu yang harus kita ciptakan dari sekarang.
Semua memang sudah ditakdirkan dan beriman pada takdir bukan berarti pasrah,tetapi berusaha untuk kebaikanya dengan kesungguhan daya upaya sebisa semampunya adalah makna dari sesungguhnya dalam kita menyikapi dan menjalani takdir kehidupan ini.
Adapun setiap kekurangan pada seseorang adalah pengingat dan penyemangat untuk mencari kekuatan pada diri bagi yang mengerti dan memahami.
MEMATUHKAN KEHIDUPAN
Semestinya kita juga harus memang selalu berusaha menguatkan iman dan taqwa dalam hidup dengan bersungguh-sungguh'agar bisa menimbulkan dampak positif untuk kehidupan yang dijalaninya baik bagi diri kita,keturunan,harta benda dsb,yang semuanya bisa menjadikan kebahagiaan didunia dan akhirat juga kelaknya.
Selayaknya kita senantiasa selalu berusaha menghormati dan mematuhi orang tua sesuai menurut agama juga,yang sama saja mematuhkan kehidupan sebab dengan perbuatan tersebut seorang anak akan dapat ridho dari orang tuanya dan ridho orang tua adalah ridho yang Kuasa yang dengan ridho tersebut maka jadi kekuatan bekal hidup untuk terhindar dari kesusahpayahan,tetapi Insya Allah akan selalu dapat kemudahan dalam berbagai hal.
Tentunya kita tak ingin menyusahkan diri dalam menjalani hidup,dengan mendurhakai orangtuanya,karena walau mungkin dalam berlimpah harta tetapi akan sulit bahagia apalagi dalam kekurangan sudah pasti sengsara akan jadi teman sejatinya.
MERASA CUKUP DALAM HIDUP
Dengan selalu berusaha merasa cukup dalam hidup dengan banyak bersyukur 'tentunya maka akan lebih ringan seakan tanpa beban dalam menjalani kehidupan.
Sebaliknya seseorang yang tak pernah mensyukuri apa yang dipunyainya,maka tentunya akan selalu merasa kurang dalam hidup dan terasa selalu memikul beban berat dalam hidupnya.
Dan memang orang yang bisa merasa cukup adalah seseorang yang kuat iman,yang benar-benar berzuhud akan dunia,dan seseorang yang sudah bisa berzuhud adalah yang memang hatinya sudah mampu menanggalkan segala kecintaan dan kenikmatanya akan dunia,yang bukan hanya sekedar fisiknya saja, tapi hatinya masih haus menginginkanya,yang tidak menanggalkan karena belum ada kesempatan memperolehnya melainkan jiwanya sudah tidak memperdulikan lagi ada tidaknya kenikmatan tersebut dan dengan kezuhudan yang sebenarnya disitulah duia malah mengikutinya dengan sendirinya namun bisa menyikapi dengan iman dan taqwanya.
"Sesungguhnya orang-orang yang berkecukupan adalah orang-orang yang hatinya selalu merasa cukup,sedangkan orang-orang fakir adalah orang-orang yang hatinya selalu merasa rakus".
(HR.Ibnu Hibban )
YANG MENYIA-NYIAKAN KEHIDUPAN
Yang Selalu dalam kemaksiatan dengan luapan kesenangan seakan semuanya tidak dipertanggungjawabkan adalah perbuatan yang menyia-nyiakan kehidupan,yang tidak memikirkan buat kebaikan dan keselamatan dirinya,tidak mengetahui kalau keselamatan seseorang dalam hidup tergantung pada kualitas imanya,karena iman yang kuat bisa jadi benteng diri dalam menyikapi segala hal yang bisa membahayakan dirinya.
KENIKMATAN DALAM KEHIDUPAN
Ketaatan dan kemaksiatan keduanya juga adalah sebuah kenikmatan,dan ketaatan adalah nikmat sebenarnya yang diikuti kemudahan rejeki,prestasi dsb yang jadi buah dari nikmatnya'sedangkan kemaksiatan adalah kenikmatan yang menurutkan hawa nafsunya yang akan dilaknat dan dituntut untuk mempertanggung jawabkanya.
Seseorang yang taat sudah pasti akan yakin terhadap apapun ketentuan dalam hidup,maka dari itu dengan keyakinanya yang kuat dalam taat demi kebaikan diakhirat sudah jadi ketentuanya dunia akan mengikuti dengan sendirinya.
Dan beruntunglah yang diberi nikmat dalam taat serta celakalah yang dikehendaki nikmat dalam maksiat,menjauhinya harus ada niat yang kuat,agar bisa bertobat sehingga tak berakhir hayat dalam maksiat'.
Padahal ajal selalu mengejar mengiringi dan mendekat yang tidak dapat dihambat,ketika datanganya pasti dengan tepat.
Sedangkan kematian adalah awal kehidupan sebenarnya,yang memerlukan bekal amal perbuatan, untuk ketentuan dalam nikmat atau dalam siksa yang kekal.
KEMATIAN
Dalam suatu keterangan diterangkan bahwa sesungguhnya kuburan itu menyeru manusia berkali-kali setiap harinya dengan seruan yang makna pengartianya sbb :
-Wahai manusia Aku itu rumah yang terpencil maka siapapun orangnya akan senang didalamnya jika sewaktu hidupnya sering membaca Alqur'an dan akan sengsara dengan pengab kepanasan terhimpit dalam kesempitan dan siksaan yang hebat dengan berbagai jenis binatang juga yang akan menyengat jika hidupnya selalu dalam maksiat.
-Aku adalah segelap gelapnya rumah yang penerangnya adalah amalan ibadah sholat dalam hidup.
-Aku rumah penuh tanah dan debu yang tidak berhamparan maka bawalah hamparanya sendiri ketika saatnya mau menempati dengan perbuatan amal sholeh yang akan jadi hamparanya.
-Aku rumahnya ular berbisa yang setiap saat akan menyengat maka dalam hidup selalu bacalah bismillah sebagai pengusir penawarnya.
-Aku rumah pertanyaan mungkar dan naqir maka seringlah membaca syahadat agar bisa menjawab segala yang dipertanyakanya.
Alangkah baiknya seseorang yang selalu menyibukan dirinya dengan amal ibadah karena sadar bahwa yang demikian adalah sebaik-baiknya bekal dalam menghadapi ajal.
Karena tiada usia yang tersisa kecuali tinggal sejenak,tetapi kebanyakan manusia lalai terbuay kenikmatan dunia yang menipunya'tiada berfikir padahal baru kemarin rasanya menikmati masa yang berlalu,yang tinggalah masa sekarang dengan dekatnya ajal yang perlu persiapan bekal'jika sesuatu yang paling jauh itu masalalu maka sesuatu yang paling dekat adalah ajal/kematianya.
Dan kematian akan datang pada apapun masa keadaan,sesuai ketentuan yang hakekatnya itu menakutkan,yang akan selalu memangsa setiap makhluk yang bernyawa.
Mengingat dan menyiapkanya adalah sebuah kecerdasan dalam pemikiran,karena denganya segala tindak tanduknya serta ucapan dan perbuatanya akan selalu terjaga.
Kematian itu adalah juga sesuatu yang pasti yang banyak seseorang lalai karena diperdaya nafsunya'sehingga membuat seseorang merasa benci dan menjauhi ketika diingatkan tentangnya.
Mungkinkah karena selalu berusaha menikmati lezatnya dunia?sehingga membutakan hati dari kebenaran dan melupakan diri dari kematian(?)
Ingatlah dan saling mengingatkan agar jangan selalu merasa enak didunia,dengan umbaran nafsu kemaksiatanya yang lupa diri serta tidak menyadari akan kewajiban yang ditinggalkanya.
Jika diingatkan dan banyak yang mengingatkan masih mengabaikan,maka bersiaplah dipaksa keluar dari kenikmatan itu dengan diberi cobaan diluar kemampuanya,sebagai balasan langsung didunia untuk dibinasakanya sehingga sangat menyakitkan dan terasa dihinakan.
Sebelum hal itu terjadi maka bertaubatlah semoga Allah Swt mengampuni'nya.
Dan perasaan aman terhadap kematian disebabkan karena ketidaktahuan dan kerasnya hati untuk menyadari,karena banyak dosa yang menutupi,karena hati yang bersih dan dipenuhi ingat selalu pada yang Kuasa akan mudah tersentuh pada sesuatu yang semestinya ditakuti.
Rasa takut pada mati bukan kemudian bisa meneteskan air mata,melainkan merasakan takut yang benar-benar dalam hati yang bersih,sehingga siap bekal dalam akhir hayat karena sempurnanya hati dalam bermakrifat.
Bagaimanakah siapapun saudara dalam menjalani kehidupanya?dan sudah disiapkankah bekal untuk kematianya?
Marilah bersama bersyiar saling mengingatkan dan saling mendoakan,agar jadi amal ibadah dalam kehidupan,untuk penambah bekal menuju kematian.
Jika bermanfaat silahkan bagikan postingan syiar ini dan kritik saran komentar saudara adalah motivasi syiar ini untuk kelanjutan menyampaikan kajian berikutnya.
Semoga bermanfaat dunia akhirat'Aamiin.

No comments: